rising day light

renungan tentang dunia dan manusianya; "...hingga tidak ada lagi fitnah dan keseluruhan agama ini hanya milik Allah"

My Photo
Name:
Location: Bogor, Jawa Barat, Indonesia

simplifying analytics, lesser worries

Monday, September 11, 2006

renungan tentang derita

sering sekali kita menemukan dimana-mana terlihat orang-orang merasakan derita dalam hidup mereka. melihatnya, mata ini menjadi penuh akan air mata yang tertahan. Namun, tak ada yang bisa kulakukan. kadang do'a pun tertahan dalam kebodohan dan keterbatasan bahasa.

Rabb.. sepertinya begitu besar ketidakberuntungan yang berada pada pangkuan dan tangan mereka yang menderita itu, dan sedikit sekali mereka menerima berkah dan karunia. apakah berkah itu terbatas dan sempit pembagiannya kah? apakah berkah hanya dirasakan dan dialami oleh mereka yang beruntung saja kah?
karena bahkan ibadah dan permohonan doa dari kita tidak beroleh apapun selama itu belum mengenai KehendakNya..

banyak yang merenung saat memandang penderitaan tanpa henti, kehidupan yang pahit, getirnya siksa dunia, dan perihnya duka yang harus ditanggung oleh mereka yang tidak beruntung itu.
bahkan derita itu beranak bercucu dan berlangsung dalam generasi ke generasi berikutnya, seolah tak ada harapan untuk mereka yang kurang beruntung itu untuk mengubah nasib mereka. atau, hanya keberuntungan sajalah yang kemudian bicara untuk mereka dan mengubah nasib mereka..

rahasia takdir, memang tak diketahui oleh siapapun. namun, tak adakah sedikit saja keringanan, atau petunjuk menuju masa depan yang lebih beruntung itu, agar bisa dicicipi oleh mereka yang kekurangan? ataukah semua terletak pada tangan manusia, untuk saling bantu-membantu dan saling meringankan penderitaan?

bisakah kita memandang dan mendapatkan sisi lain dari apa yang kita pandang itu, mungkin dengan pengamatan yang jeli kita bisa beroleh suatu cahaya hidayah mengenai apa yang bisa kita lakukan untuk meringankan derita mereka?

menjelang Ramadhan tahun ini. merenungi tentang derita, dan sebentar lagi kita akan bersama-sama mencicipi sedikit dari derita mereka yang kekurangan itu..

mungkin dari situ kita akan beroleh suatu kekuatan dan petunjuk tentang bagaimana kita bisa meringankan derita yang makin tersebar itu

penderitaan di atas dunia

sering sekali kita menemukan dimana-mana terlihat orang-orang merasakan derita dalam hidup mereka. melihatnya, mata ini menjadi penuh akan air mata yang tertahan. Namun, tak ada yang bisa kulakukan. kadang do'a pun tertahan dalam kebodohan dan keterbatasan bahasa.

Rabb.. sepertinya begitu besar ketidakberuntungan yang berada pada pangkuan dan tangan mereka yang menderita itu, dan sedikit sekali mereka menerima berkah dan karunia. apakah berkah itu terbatas dan sempit pembagiannya kah? apakah berkah hanya dirasakan dan dialami oleh mereka yang beruntung saja kah?
karena bahkan ibadah dan permohonan doa dari kita tidak beroleh apapun selama itu belum mengenai KehendakNya..

banyak yang merenung saat memandang penderitaan tanpa henti, kehidupan yang pahit, getirnya siksa dunia, dan perihnya duka yang harus ditanggung oleh mereka yang tidak beruntung itu.
bahkan derita itu beranak bercucu dan berlangsung dalam generasi ke generasi berikutnya, seolah tak ada harapan untuk mereka yang kurang beruntung itu untuk mengubah nasib mereka. atau, hanya keberuntungan sajalah yang kemudian bicara untuk mereka dan mengubah nasib mereka..

rahasia takdir, memang tak diketahui oleh siapapun. namun, tak adakah sedikit saja keringanan, atau petunjuk menuju masa depan yang lebih beruntung itu, agar bisa dicicipi oleh mereka yang kekurangan? ataukah semua terletak pada tangan manusia, untuk saling bantu-membantu dan saling meringankan penderitaan?

bisakah kita memandang dan mendapatkan sisi lain dari apa yang kita pandang itu, mungkin dengan pengamatan yang jeli kita bisa beroleh suatu cahaya hidayah mengenai apa yang bisa kita lakukan untuk meringankan derita mereka?